Perjuangan Ekstrem Bangun Masjid Kampus di Orong Telu, 5 Jam Tempuh dan Medan Sulit
Orong Telu, Sumbawa – Membayangkan menempuh perjalanan 80 kilometer selama 5 jam dengan kendaraan 4WD hanya untuk mengakses pendidikan berkualitas mungkin terasa mustahil. Namun itulah realita yang dihadapi masyarakat Desa Orong Telu, Sumbawa. Kondisi medan yang ekstrem dan ketergantungan pada cuaca menjadi tantangan harian bagi mereka yang ingin belajar.
Orong Telu, Sumbawa – Membayangkan menempuh perjalanan 80 kilometer selama 5 jam dengan kendaraan 4WD hanya untuk mengakses pendidikan berkualitas mungkin terasa mustahil. Namun itulah realita yang dihadapi masyarakat Desa Orong Telu, Sumbawa. Kondisi medan yang ekstrem dan ketergantungan pada cuaca menjadi tantangan harian bagi mereka yang ingin belajar.
Di tengah keterbatasan itulah, Yayasan Peneleh Jang Oetama (YPJO) hadir membangun Masjid Kampus dan Pusat Pembelajaran Gratis. Proses pembangunan pun tidak mudah. Alat berat yang didatangkan sempat "balik kucing" karena tak mampu menembus medan. Namun semangat gotong royong terus menyala. Perataan tanah untuk masjid kini mulai dilakukan dengan kerja tangan, termasuk oleh Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Bapak Syukri Rahmat, yang turun langsung mencangkul bersama warga.
Tak hanya fisik, YPJO juga memastikan akses komunikasi dengan memasang ekstensi wifi di Desa Kelawis, Orong Telu. Langkah ini menjadi terobosan penting agar desa tidak lagi terisolasi secara informasi.
Perjuangan ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan dan keimanan tidak mengenal kata sulit. Masyarakat dapat menyaksikan perkembangan pembangunan melalui situs urup.or.id dan turut mendukung melalui program wakaf.